Ngobrol Mbois “Potret Industri Kreatif Kota Malang” with bapak Fahmi Fauzan Az selaku Kepala Bidang Industri Diskopindag Kota Malang | KIM Mbois Bunulrejo

#MboisPeople [Acara Mbois]

Kota Malang itu menarik Mbois People, sebagai kota ke 2 di Jawa timur, bila sudut wisata, tentu akan mengarah kepada kabupaten malang dan kota batu, kelebihannya adalah banyak ditunjang dengan banyak kampus ternama, pariwisata tematik yang menggeliat dan ekonomi kreatif yang berkembang pesat. Sehingga saat ini menjadi pusat perdagangan dan jasa di kawasan Malang Raya

Data Pemerintah Kota Malang menyebut hingga saat ini, subsektor game dan aplikasi mampu menyerap lebih dari 2200 tenaga kerja, 624 personal linear dan aktif dalam bidang tersebut

Dari jumlah 151 perusahaan bidang aplikasi dan game yang ada di Kota Malang tersebut, terdapat 7 studio game dan 144 studio aplikasi. Adapun kualifikasinya adalah 8 perusahaan besar dengan pendapatan mencapai lebih Rp 10 miliar per tahun. Lalu juga ada 20 perusahaan sedang dengan penghasilan mencapai Rp 1 miliar rupiah sampai maksimal Rp 10 miliar per tahun dan 123 perusahaan kecil dengan pendapatan berkisar antara Rp 100 juta sampai Rp 999 juta per tahun

Data dari Pemerintah Kota diatas tentu menarik kan Mbois People

Kami pun KIM Mbois juga berusaha untuk berkembang dengan spirit ekonomi kreatif, dengan sebuah value sejarah Bunulrejo 1085 tahun, kami masih awal mengembangkan ekosistem batik tulis bunga kantil Bunulrejo, perkembangan nya bagaimana ya masih perlu waktu dan belajar menjadi industri

Nah bagaimana Mbois People sebagai warga Kota Malang melihat potensi, bergerak dari masing-masing kelurahan yang Mbois People punya potensi, dan kata kunci utama adalah kolaborasi, terus upgrade diri dan tentu perlu prespektif baru

Menjawab hal diatas Kim Mbois punya gawe tipis-tipis lho membahas ekonomi kreatif yaitu :
“Potret Industri Kreatif Kota Malang”

tema ini akan dibahas oleh bapak Fahmi Fauzan Az selaku Kepala Bidang Industri Diskopindag Kota Malang

Jangan lupa hari Sabtu tanggal 27 Juni 2020, jam 08.00 WIB, Live Instagram @kimbois dan @fahmifauzanaz ya

Mbois People jangan lupa ada doorprice menarik, tipis-tipis buat yang tanya waktu live IG

Pewarta :
@kimmbois
www.kimmbois.com
KIM Mbois Bunulrejo
#terusberkreativitas

Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

 

Sejarah Bunulrejo Kota Malang – Bunulrejo Mbois – Mbonol Is Culture

Sejarah asal usul desa pada umumnya dapat digali melalui tinggalan arkeologis dan folklor (cerita rakyat). Berdasarkan “prasasti kanuruhan”, ditulis di belakang sandaran arca “Ganesha” (Dewa berkepala gajah dari pemeluk agama Hindu ) yang putus bagian kepala hingga bahu, yang dahulu berada di halaman rumah Bapak Dasir di Beji Gang Buntu (RT 01 RW XII) Kelurahan Bunulrejo.

Sepanjang yang dapat dibaca pada prasasti ”Kanuruhan” yang berbahasa Jawa kuno dan berhuruf Jawa Kuno tersebut bahwa pada tahun 856 saka bulan Posya Wuku Wukir, Rakryan Kanuruhan Dyah Mungpang memberikan hadiah sebagian tanah di desa yang masuk wilayah kanuruhan kepada penduduk desa yang bernama “BULUL” atas jasa-jasanya terhadap desanya. Nama “BULUL” ini kelak kemudian hari berubah menjadi “BUNUL” dari hasil perubahan bunyi dari konsonan ”l” menjadi “n”, seperti kata : Melur menjadi Menur, Panawijen menjadi Palawijen.

Kelurahan Bunulrejo secara administrative terbentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 1987. Adapun nama bunulrejo sendiri baru ditetapkan pada tahun 1981 oleh Perda Kotamadya Malang. Sebelum itu nama yang dikenal adalah “Bunul “ Menurut Perda Kotamadya Malang No. 4 tahun 1967, desa Bunul masuk dalam Lingkungan VI Kecamatan Blimbing. Lingkungan yang dimaksud merupakan kesatuan desa yang secara administrative membawahi sebuah wilayah sejajar dengan desa-desa tersebut (wilayah desa di dalam kota) jadi dalam hal ini tidak ada kepala desa yang ada hanya “Kepala Lingkungan” Dengan demikian kepala lingkungan statusnya sejajar dengan Kepala Desa.

Demikianlah sejarah singkat terbentuknya kelurahan Bunulrejo yang sekarang ini, secara administratif sejak tahun 1987 Desa Bunul ditetapkan dan berdiri sendiri sebagai Kelurahan Bunulrejo, yang terdiri dari 21 (dua puluh satu) Rukun Warga (RW) dan 146 (seratus empat puluh enam) Rukun Tetangga (RT).