Miliki Motif Baru, Begini Cara Kelurahan Bunulrejo Ajak Warga Malang Cintai Batik

Pewarta: Pipit Anggraeni Editor: Sri Kurnia Mahiruni
Motif Tirto Telogo, salah satu motif batik khas Kelurahan Bunulrejo (Dokumentasi MalangTIMES)
Motif Tirto Telogo, salah satu motif batik khas Kelurahan Bunulrejo (Dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES – Batik tentu menjadi salah satu khasanah dan warisan budaya yang sangat dicintai Indonesia. Sederet motif batik pun dimiliki oleh berbagai daerah dengan ciri dan maknanya masing-masing.

Di Kota Malang sendiri, tentu ada ratusan bahkan mungkin ribuan motif batik yang telah dikembangkan.

Salah satu yang cukup dikenal adalah batik khas Kelurahan Bunulrejo. Tak sedikit perajin batik di kawasan tersebut yang kini memiliki konsentrasi lebih dalam memproduksi batik khas Bunulrejo. Berbagai cara untuk mengenalkan batik khas tersebut pun terus dilakukan.

Salah satunya melalui gelaran Event Bunulrejo Batik Fashion Street yang akan digelar pada akhir Desember ini. Ketua Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo, Andre menjelaskan, perkembangan motif batik Bunulrejo sangatlah pesat. Saat ini, sudah ada sekitar 60 perajin batik yang konsentrasi memproduksi batik khas Bunulrejo.

“Dan tahun lalu kami menggelar event Bunulrejo Recycling & Batik Night Carnival 2019. Event tersebut mentasbihkan jika Bunulrejo memiliki begitu banyak motif batik,” jelasnya.

Batik Tulis Bunulrejo menurutnya memiliki ciri khas yang berbeda dengan daerah lain di Malang. Karena makna sejarah 935 Masehi yang merupakan satu-satunya daerah yang tercatat dalam sebuah prasasti di situs yang berdiri di Kelurahan Bunulrejo dan tercatat juga paling tertua Kota Malang.

Hampir semua motif batik tulis khas Bunulrejo memiliki arti berdasarkan sejarah 935 Masehi dan Toponimi Bunulrejo tersebut. Salah satunya adalah motif kantil yang diperkenalkan dalam event Bunulrejo Recycling & Batik Night Carnival 2019. Sedangkan dalam event yang sama di 2020 ini, motif batik tirto telogo yang identik dengan RW 10 Bunulrejo dan yang terakhir adalah motif bunga klampis sesuai toponimi RW 7 Bunulrejo akan dikenalkan.

Ekosistem Industri Kreatif Batik Tulis Bunulrejo menurutnya telah bergerak dalam proses dan terus dilakukan perbaikan. Sehingga diharapkan mampu terus konsisten dalam memperkenalkan produk kerajinan yang dimiliki.

Event Bunulrejo Batik Fashion Street sendiri menurutnya akan tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan. Konsep Bunulrejo Batik Fashion yang diusung pada tahun ini sangat simple. Karena hanya melibatkan perajin dan designer lokal Bunulrejo.

“Tetapi kami yakin event ini kedepannya akan kami perbaiki secara konsep dan tampilan untuk semakin menarik minat wisatawan. Sehingga menjadi tonggak kreativitas perajin batik Bunulrejo sebagai ajang untuk semakin mengenalkan potensi produk budaya Bunulrejo,” jelasnya.

Tema yang diangkat dalam event tersebut adalah ‘Kolaborasi Perajin Batik Khas Bunulrejo’ yang memberikan gambaran bahwa dengan tantangan kondisi pandemi covid-19, masyarakat tetap dapat berkegiatan dengan terbatas dan dapat  berkarya.

Sedangkan arti dari kolaborasi adalah even ini merupakan salah satu pijakan untuk mengembangkan eksitensi perajin batik tulis dan designer. Sehingga industri kreatif fashion di Bunulrejo bisa semakin berkembang.

Berbeda dengan tahun lalu, event tersebut akan dilaksanakan dengan tanpa mengumpulkan massa. Namun para peserta bisa datang dan akan melakukan catwalk serta dinilai. Setelah itu, peserta bisa meninggalkan lokasi fashion street.

“Untuk aktivitas pameran batik Bunul dilakukan secara online, jadi aktivitas jual beli secara online,” pungkas Andre.

Sumber : https://www.malangtimes.com/baca/61862/20201224/150000/miliki-motif-baru-begini-cara-kelurahan-bunulrejo-ajak-warga-malang-cintai-batik