Bunulrejo Launching Kampung Edukasi Pangan – Festival Mendol Tempe Gurih Khas Malang

oleh Memontum Editorial Team 1

Memontum Kota Malang – Kampung KB Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, melaunching Kampung Edukasi Pangan yang terletak di wilayah RW 7.

Peresmian yang berlangsung Minggu (20/12) ini, turut dihadiri oleh Manager Fungsi Pengembangan UMKM Bank Indonesia (BI), Agus Sumirat.

Kehadiran perwakilan BI Malang ini, adalah bentuk support untuk kreatifitas masyarakat di tengah kondisi pandemi yang melanda.

“Menurut kami acara ini bagus. Apalagi, Malang adalah salah satu kota yang memiliki banyak destinasi wisata. Di mana, pasti punya ikon yang bisa diangkat untuk menarik wisatawan,” kata Agus.

Dengan dilaunchingnya Kampung Edukasi Pangan ini, diharapkan bisa menjadi ikon wisata baru di Bunulrejo. Mengingat, apa yang dilakukan salah satu upaya meningkatkan wisata dan UMKM.

“BI sangat support karena dengan tumbuhnya ikon wisata akan mendatangkan wisatawan yang otomatis juga meningkatkan neraca perdagangan. Pengembangan wisata dan UMKM selalu disupport karena itu salah satu tugas BI,” paparnya.

Dibukanya Kampung Edukasi Pangan juga diiringi dengan festival mendol. Di mana, tiap RT di RW 7 Kelurahan Bunulrejo, mengeluarkan produk tempe mendol yang dikreasikan.

“Ini juga dilombakan, jurinya dari SMK Prajnaparamita,” ujar Ketua Kampung KB Bunulrejo, Andri Wiwanto.

Pria yang akrab disapa Andri menuturkan, bahwa esensi dari edukasi pangan sangat luas. “Kita bisa mengembangkan kreasi dan menghasilkan produk pangan yang bernilai. Dan bagaimana di warga disini bisa menerapkan ketahanan pangan pada masing-masing keluarga,” tambahnya. (cw1/sit)

Sumber : https://memontum.com/130358-bunulrejo-launching-kampung-edukasi-pangan#ixzz6k3O7FY2p

HUT 1086 Tahun Bunulrejo, Tahun 2021 Usung Tema “Bunulrejo Hijau” – Medayoh Bunulrejo

Sejarah asal usul desa pada umumnya dapat digali melalui tinggalan arkeologis dan folklor (cerita rakyat). Berdasarkan “prasasti kanuruhan”, ditulis di belakang sandaran arca “Ganesha” (Dewa berkepala gajah dari pemeluk agama Hindu ) yang putus bagian kepala hingga bahu, yang dahulu berada di halaman rumah Bapak Dasir di Beji Gang Buntu (RT 01 RW XII) Kelurahan Bunulrejo.

Sepanjang yang dapat dibaca pada prasasti ”Kanuruhan” yang berbahasa Jawa kuno dan berhuruf Jawa Kuno tersebut bahwa pada tahun 856 saka bulan Posya Wuku Wukir, Rakryan Kanuruhan Dyah Mungpang memberikan hadiah sebagian tanah di desa yang masuk wilayah kanuruhan kepada penduduk desa yang bernama “BULUL” atas jasa-jasanya terhadap desanya. Nama “BULUL” ini kelak kemudian hari berubah menjadi “BUNUL” dari hasil perubahan bunyi dari konsonan ”l” menjadi “n”, seperti kata : Melur menjadi Menur, Panawijen menjadi Palawijen.

Kelurahan Bunulrejo secara administrative terbentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 1987. Adapun nama bunulrejo sendiri baru ditetapkan pada tahun 1981 oleh Perda Kotamadya Malang. Sebelum itu nama yang dikenal adalah “Bunul “ Menurut Perda Kotamadya Malang No. 4 tahun 1967, desa Bunul masuk dalam Lingkungan VI Kecamatan Blimbing. Lingkungan yang dimaksud merupakan kesatuan desa yang secara administrative membawahi sebuah wilayah sejajar dengan desa-desa tersebut (wilayah desa di dalam kota) jadi dalam hal ini tidak ada kepala desa yang ada hanya “Kepala Lingkungan” Dengan demikian kepala lingkungan statusnya sejajar dengan Kepala Desa.

Demikianlah sejarah singkat terbentuknya kelurahan Bunulrejo yang sekarang ini, secara administratif sejak tahun 1987 Desa Bunul ditetapkan dan berdiri sendiri sebagai Kelurahan Bunulrejo, yang terdiri dari 21 (dua puluh satu) Rukun Warga (RW) dan 146 (seratus empat puluh enam) Rukun Tetangga (RT).

Kampung KB Mbois Bunulrejo

“Kampung KB Mbois Berbasis Potensi Wisata Tematik Sejarah Bunulrejo 935 Masehi”

Spirit kami Bunulrejo Mbois :

Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

Kelurahan Budaya Bunulrejo