Launching Batik Tulis Tirto Telogo Khas Bunulrejo (Batik Malang) – Kampung KB MBois

SIARAN PERS

16 September 2020

UNTUK SEGERA DISEBARLUASKAN         

               

Kontak                  : Dra. Yuke Siswanti, M.Si, Kepala Kelurahan Bunulrejo

Alamat                 : Kantor Kelurahan Bunulrejo, Jl. Hamid Rusdi 91 Kota Malang

Website              : http://kelbunulrejo.malangkota.go.id  

 

Launching motif batik tulis khas bunulrejo “Tirto telogo”

Rangkaian Acara :

(1) Launching Batik Tulis Tirto Telogo Bunulrejo

(2) Pameran Batik Tulis Khas Bunulrejo (Discount Khusus)

(3) Foto Shoot Modelling With Batik Tulis Khas Bunulrejo

(4) Tari Bapang Performance

 

Batik Tulis Tirto Telogo Merupakan Batik Khas Kelurahan Bunulrejo Berdasarkan Pada Sejarah Bunulrejo pada 935 Masehi atau 1085 Tahun Yang Lalu

MALANG,

Membanggun Konsep Tourism Tematik Bunulrejo dengan mengangkat sejarah 1085 tahun atau 935 Masehi merupakan ide sangat cerdas dan idealis dari generasi muda Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo yang memulai pada tahun 2018 mengadakan seminar kajian wisata tematik Bunulrejo dan revitaliasi pasar Bunulrejo menjadi pasar wisata, sebuah semangat anak muda yang luar biasa dalam bergerak mengembangkan daerahnya, dengan sebuah lompatan ide sangat berbeda dan luar biasa.

Momentum luar biasa selanjutnya yang patut diapresiasi adalah pada tahun 2019 kami Kelurahan Bunulrejo memberikan support kepada Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo mengadakan acara Flashmob Tari Bapang dan Bunulrejo Culinary Festival pada bulan oktober 2019, sebuah acara yang keren bagaimana 1.000 orang lebih warga Bunulrejo menari Tari Bapang bersama di halaman pasar Bunulrejo. Sehingga output dari acara ini adalah Bunulrejo dapat menggali Budaya Sejarah Bunulrejo melalui Budaya Tari Bapang.

Lebih menarik lagi adalah di bulan november 2019 berlokasi dihalaman pasar Bunulrejo diselenggarakan lagi acara Batik Night Fashion Carnival, sebuah acara yang juga diselanggarakan oleh anak muda Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo, acara bagus dan keren sekali mengangkat produk budaya Bunulrejo, yaitu Batik Bunga Kantil Bunulrejo yang merupakan produk budaya dari sejarah Bunulrejo yang merupakan wilayah perdikan dengan taman bunga yang indah.

Melanjutkan konsep Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo bagaimana membangun kelurahan Bunulrejo, Maka satu lagi Kelembagaan Kemasyarakatan Kelurahan Bunulrejo yang mempunyai semangat bergerak untuk memajukan Kelurahan Bunulrejo yaitu Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Kelurahan Bunulrejo. Kampung KB Mbois adalah lembaga kemasyarakatan kelurahan Bunulrejo yang fokus kepada pembangunan keluarga berencana (KB) dengan indikator apsektor KB dan tentu yang lebih membanggakan adalah konsep membangun lingkungan dengan konsep kreatif.

Mempunyai Tagline “Kampung KB Mbois Berbasis Potensi Sejarah Bunulrejo 935 Masehi”, sehingga memberikan makna yang berbeda dan mempunyai value atau nilai yang tinggi yaitu dengan membangun lingkungan keluarga melalui sebuah ekosistem ekonomi kreatif. Wujud membangun ekosistem ekonomi adalah dengan meluncurkan program Kampung Edukasi yang telah dilaunching di beberapa RW, seperti contohnya Kampung Edukasi Lansia di RW 18 Bunulrejo dan Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo. Sebuah ide kreatif yang berbeda dengan menciptakan story telling yang kuat dilakukan oleh pengurus Kampung KB Mbois Bunulrejo membangun potensi pada setiap RW di Kelurahan Bunulrejo dengan Branding yaitu Kampung Edukasi.

Sejalan dengan konsep potensi Kampung Edukasi di setiap RW di Kelurahan Bunulrejo, Pengurus Kampung KB Mbois terus bergerak kreatif dengan memperkuat potensi dasar ekosistem ekonomi kreatif yaitu dengan memperkuat Branding Batik Khas Bunulrejo yaitu dengan mengadakan acara Launching Batik Tulis Tirto Telogo Bunulrejo di museum Mpu Purwa pada tanggal 16 September 2020. Mengapa launching dilakukan di Museum Mpu Purwa, karena membangun seremonial acara mendekatkan kepada sejarah Bunulrejo 935 Masehi yaitu dengan adanya patung ganesha yang tertulis prasasti sejarah Bunulrejo yang terletak diruang pamer Museum Mpu Purwa.

Batik Tulis Tirta Telaga merupakan sebuah pengembangan motif lama tapi baru dimunculkan oleh perajin batik tulis Bunulrejo berdasarkan sejarah 935 Masehi sehingga memiliki makna yang dalam, sehingga bila dijelaskan makna itu :

“BATIK TIRTO TELOGO” (BATIK TULIS KHAS BUNULREJO)

Batik Motif TIRTO TELOGO ini terlahir dari sejarah desa Bunul di masa lampau (Terbukti dengan adanya Prasasti Kanuruhan) yang tersimpan di Museum Mpu Purwa. Dari hasil analisa di ketahui bahwa ada seorang pemuda yang bernama Bulul dan bertempat tinggal di desa itu, pada kurun waktu abad ke X masehi. Dan diberikan anugerahi oleh Raja sebuah desa atau perdikan kepada pemuda bernama Bulul ini, karena peran sertanya dalam membangun Desa. Terbukti ditandai dengan peresmian Prasasti batu yang berupa Artefak Arca Ganesha yang di belakangnya terdapat Prasasti Kanuruhan, serta adanya Situs Telaga di RW 12 Bunulrejo. Peresmian diadakan pada hari Minggu tgl 4 Januari  935 Masehi, oleh karena itu hasil olah warisan sejarah desa Bunulrejo sudah membudaya dalam menulis dalam kain atau membatik telah menjadi tradisi masyarakat Bunulrejo, tetapi hal ini belum terangkat oleh masyarakat, berjalannya waktu muncul semangat untuk terus menggali sejarah lisan dari sesepuh Bunulrejo, sehingga terjadi kesepakatan ide dari ibu-ibu perajin batik tulis untuk memunculkan motif batik tulis yang betul-betul khas dari kelurahan Bunulrejo yaitu BATIK KHAS BUNUL dengan nama ” TIRTO TELOGO”. Arti dalam bahasa Indonesia yaitu “AIR TELAGA” Yang memiliki kandungan Arti dan Harapan yang besar atas curahan Rahmat dari TUHAN YME, yang berwujud air telaga yang di lambangkan dengan batik tulis motif Tirto Telogo.

Semoga dengan adanya batik khas Bunulrejo  motif TIRTO TELOGO ini , akan selalu memberikan manfaat yang besar bagi seluruh Masyarakat Bunulrejo pada khususnya dan seluruh masyarakat Malang Raya.

Lirik lagu batik tirto telogo

..

Batik bunul….batik tirto telogo..

Batik bunul…batik adem  lan tentrem….

Ayo..rame rame…busanane batik bunul..

( 2 x )Batik tirto telogo anugrahing Gusti Alloh…

 

Kami Lurah Bunulrejo bersama seluruh masyarakat Bunulrejo mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang ibu Dra. Zubaidah, MM yang berkenan mengijinkan kami perajin batik tulis Bunulrejo untuk melaunching motif batik tulis Tirto Telogo di Museum Mpu Purwa, Batik Tulis Tirto Telogo merupakan batik khas dan kazanah budaya Bunulrejo. Kami terhormat ibu Dra. Zubaidah, MM juga berkenan menandatangani pelakat batik tulis Bunulrejo, yang menjadi kebanggan bagi kami dapat menerima apresiasi bagi pengembangan ekosistem industri kreatif di Kelurahan Bunulrejo. Selain itu Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang juga memberikan waktu untuk penampilan Tari Bapang yang dibawakan oleh penari dari warga kami, itu menjadi kebanggan warga kelurahan Bunulrejo untuk terus bergerak dalam menggali budaya dalam bingkai kreativitas sejarah Bunulrejo 935 Masehi.

Sebuah kebanggan bagi kami sebagai Lurah Bunulrejo bersama staf Kelurahan Bunulrejo merupakan fungsi komunikator dan motivator dalam proses pengembangan suatu wilayah, potensi Batik Tulis Bunulrejo ini luar biasa, dengan sudah terbentuk ekosistem kreatif Batik dengan keberadaan perajin Batik Tulis sudah lebih dari 60 orang warga yang tersebar di 21 RW di Kelurahan Bunulrejo merupakan potensi industri kreatif yang akan terus kami dampingi dan dorong untuk dikembangkan. Sehingga saya Lurah Bunulrejo pada tanggal 16 Agustus 2020 dalam agenda Launching Batik Tulis Tirto Telogo Bunulrejo di museum Mpu Purwa juga menetapkan bahwa setiap acara-acara resmi Kelurahan Bunulrejo akan dibuka dengan pembukaan oleh Tari Bapang yang dilakukan oleh penampil penari warga Kelurahan Bunulrejo. Karena kami kelurahan Bunulrejo bangga memiliki sebuah sejarah 935 Masehi dan lebih bangga lagi konsep Ekosistem Ekonimi Kreatif Bunulrejo terus dikembangkan oleh warga Kelurahan Bunulrejo.

Kami Kelurahan Bunulrejo mendorong semua kelembagaan dan RW untuk terus dapat mengembangkan potensi wilayahnya dan dapat meng-explore potensi sejarah 1085 tahun Bunulrejo, seperti halnya pengurus Kampung KB Mbois Bunulrejo telah bergerak untuk kemajuan wilayah Kelurahan Bunulrejo, sehingga akan dapat membangun sebuah ekosistem ekonomi kreatif dan semua itu untuk manfaat bagi warga Kelurahan Bunulrejo.

Pusat Batik Malang Ya Batik Bunulrejo

 

 

Spirit kami Bunulrejo Mbois :

Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

 

 

Hormat kami,

Lurah Bunulrejo

 

 

 

Dra. YUKE SISWANTI, M.Si

Pembina

NIP. 19660612 199202 2 006

 

Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti, M.Si Meresmikan Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo – Kampung KB Mbois

Bunulrejo, 5 September 2020

Potensi kelurahan Bunulrejo sangat besar, bila menarik dalam akar sejarah Bunulrejo yang dibuktikan dengan prasasti yang tertulis dalam patung ganesha bahwa terceritakan sejarah tanah perdikan pada tahun 935 Masehi. Sebuah sejarah yang mempunya nilai dapat dikembangkan, karena Bunulrejo mempunyai beberapa fase yaitu fase pertama tentu zaman kanuruhan pada 1085 tahun yang lalu, fase kedua adalah islam masuk ke Bunulrejo, fase ketiga adalah zaman kolonial dan fase keempat adalah zaman kemerdekaan.

Sehingga melihat dinamika yang menarik dari sejarah Bunulrejo tersebut generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo tergerak mengejar dan mengisi potensi Bunulrejo dengan mengadakan acara seminar kajian potensi wisata tematik Bunulrejo dan revitalisasi pasar Bunulrejo menjadi pasar wisata, seminar kajian ini dilakukan pada tahun 2018 pada rangkaian HUT bunulrejo ke 1083 tahun.

Bola kreativitas membangun potensi sejarah Bunulrejo oleh pengurus Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo periode 2018-2021 mencapai puncaknya pada tahun 2019 pada bulan september dan oktober dengan mengadakan acara Festival yaitu Flashmob Tari Bapang dan Batik Fashion Carnival. Festival yang dilaksanakan di halaman pasar Bunulrejo, yang menarik adalah semangat pengurus Karang Taruna menjadikan Festival tingkat kelurahan menjadi Festival Rasa Kota Malang dengan dana sangat terbatas. Makna dari kedua acara tersebut adalah bagaimana Bunulrejo membangun kembali akar budaya melalui refleksi tari bapang dan melalui Batik Fashion Carnival muncul Batik Tulis Khas Bunulrejo yang menjadi produk budaya Bunulrejo.

Sehingga muncul sebuah tagline Bunulrejo Mbois merupakan sebuah reflesi bahwa sejarah bunulrejo itu memang Mbois dengan kepanjangan Mbois adalah Mbonol Is Culture (aksen medok bahasa jawa malangan) yang memang menjadi keluhan Budaya atau arti lebih dalam adalah daerah dengan budaya masyarakat yang sangat kuat. Sehingga menyebut masyarakat Bunulrejo juga dengan tagline yang keren yaitu dengan nama Mbois People yang memaknai bahwa kelurahan Bunulrejo itu masyarakatnya Mbois dengan spirit untuk terus berkembang.

Melihat prespektif bahwa kreativitas Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo yang membangun konsep Bunulrejo menuju wisata tematik Bunulrejo dengan keren dan Mbois, maka Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Bunulrejo melanjutkan dengan hal yang konkrit dengan mendorong sebuah konsep Wisata Edukasi di setiap RW, sehingga program Kampung KB Mbois tidak saja mengejar kepersetaan apsektor KB, tetapi lebih luas membangun sebuah ekosistem kreatif di Kelurahan Bunulrejo.

Tagline Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Bunulrejo adalah “Kampung KB Mbois Berbasis Potensi Wisata Tematik Sejarah Bunulrejo 1085 Tahun”, sehingga yang menjadi pembeda program Kampung KB diseluruh indonesia adalah basis dasar pengembangannya berdasarkan sejarah Bunulrejo, dan harapan dari membangun Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Bunulrejo  ini adalah bagaimana ekosistem ekonomi kreatif Bunulrejo terus bergerak dan memberikan value ekonomi yang cukup tinggi bagi Mbois People Bunulrejo.

Salah satu semangat membanggakan adalah semangat warga RW 19 Bunulrejo untuk memajukan daerahnya dan Kampung KB Mbois Bunulrejo menangkap sebagai bentuk kolaborasi kreatif, dan kampung KB Mbois membangun ide kreatif yaitu menjadi Kampung Edukasi Herbal dan Zero Waste RW 19 Bunulrejo. RW 19 Bunulrejo adalah RW dalam lingkup perumahan, sehingga dengan lahan yang terbatas bisa memuncul sebuah ide kreatif akan menjadi hal yang menarik untuk dikunjungi.

Adalah Kampung Edukasi Herbal dengan semangat membangun Pertanian Perkotaan (Urban Farming) Bahan-Bahan Herbal yang ditanam oleh warga RW 19 Bunulrejo, dalam polibag bekas daur ulang, dan dari bahan herbal itu diproduksi produk herbal non kimia seperti sabun herbal, Sampo Herbal dan produk Herbal yang non kimia

Kampung Edukasi Zero Waste adalah bagaimana setiap warga memisahkan sampah bisa dipisahkan dan membuat semua yang dipakai dalam rumah tangga adalah bahan berwawasan lingkungan, Konsep Zero Waste ini dikembangkan dari pemilahan sampah organik dan anorganik kemudian diolah jadi pupuk kompos, dengan teknologi komposter

Konsep yang berbeda dan menarik, tidak sekedar mengembangkan pertanian perkotaan (Urban Farming), vertical garden, atau pun biopori, sumur resapan, tetapi kelebihan di Kampung Edukasi Herbal dan Zero Wates adalah bagaimana mengembangkan dari Pemilahan Sampah sampai Menanam urban Farming sampai menjadi produk Herbal yang bernilai ekonomi kreatif dan ada Pembelajaran atau Training Rutin dan Kreatif

Bila anda tertarik berkunjung ke RW 19 Bunulrejo akan berbeda, karena konsep Edukasi berbeda dan anda dapat menikmati proses dari hulu sampai konsep Herbal dan Zero Waste dan mendapatkan mengalaman yang Mbois. Jadi bagaimana produk herbal diproduksi dengan bahan-bahan yang sudah ditanam oleh warga RW 19 Bunulrejo, sehingga terjadi proses industri kreatif. Kemudian bagaiaman konsep zero waste dibangun dan terus dikembangkan, menarik kan Mbois People, akan ada cerita yang menarik di RW 19 Bunulrejo.

Program Pengembangan Kampung Edukasi di Wilayah Kelurahan Bunulrejo merupakan program Kampung KB Mbois Bunulrejo yang mengembangkan ekonomi kreatif Bunulrejo Berbasis Sejarah 935 Masehi Bunulrejo.

Dan pada pagi ini akan secara langsung akan diresmikan oleh Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti. M.Si bertempat di balai RW 19 Bunulrejo

Launching Komunitas Ongis Mbois – Aremania Bunulrejo

Launching Ongis Mbois
@jawaposradarmalang



Ongis Mbois
Aremania Bunulrejo

Salam Satu Jiwa

AREMA

Karena Kami Aremania Bunulrejo
@ongismbois.id
—-
Credit kepada Bu Lurah Bunulrejo Dra. @siswantiyuke M.Si yang tertulis keliru (bukan Anindita)
Terim kasih kepada : @jawaposradarmalang
@kum_jp
@don_virgo
@abdulmuntholib1406
@happyradarmalang
Selalu support kami di Bunulrejo, dari warga Bunulrejo untuk Bunulrejo

Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

Menyambut HUT AREMA Ke-33 Tahun, Lurah Bunulrejo Melaunching Komunitas “Ongis Mbois” (Aremania Bunulrejo) dan Wedang Telang Minuman Kesehatan Khas Bunulrejo, wujud peran aktif Kampung KB Mbois Dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Sinergi Melalui Wadah Elemen Suporter Bola Aremania

SIARAN PERS

11 Agustus 2020

UNTUK SEGERA DISEBARLUASKAN 

           

Kontak                        : Dra. Yuke Siswanti, M.Si, Kepala Kelurahan Bunulrejo

Alamat                        : Kantor Kelurahan Bunulrejo, Jl. Hamid Rusdi 91 Kota Malang

Website          : http://kelbunulrejo.malangkota.go.id  

 

Menyambut HUT AREMA Ke-33 Tahun, Lurah Bunulrejo Melaunching Komunitas “Ongis Mbois” (Aremania Bunulrejo) dan Wedang Telang Minuman Kesehatan Khas Bunulrejo, wujud peran aktif Kampung KB Mbois dalam sosialisasi program Keluarga Berencana (KB) sinergi melalui wadah elemen suporter bola Aremania.

  1. Launching Ongis Mbois dan maskot Ongis Mbois
  2. Launching Wedang Telang Minuman Khas RW 7 Bunulrejo, Minuman Kesehatan Khas Bunulrejo
  3. Poadcast Live Instagram bersama Bapak Abdul Muntholib (Penulis Buku “Arema Never Die” dan Redaktur Jawa Pos Radar Malang)

 

MALANG, – Aremania sebagai pendukung Arema FC yang selalu support dalam pertandingan di Liga 1 merupakan sebuah aset dan bila bicara tentang Arema tentu lebih dari sekedar bola. Gambaran potensi yang luar biasa ini terlihat dari Kapitalisasi potensi Aremania, bila mengaca data statistik, yaitu Arema FC Pegang Rekor Penonton Terbanyak Satu Dekade (2009-2019). Tercatat, angka total 512.876 orang atau rata-rata 30.169,17 orang setiap laganya yang menyaksikan 17 laga kandang selama ISL 2009-2010.

HUT Arema ke-33 tahun di Kelurahan Bunulrejo menjadi berbeda dan tercipta hal yang Mbois, tentu kami di Bunulrejo tidak ingin semarak HUT Arema hanya diisi dengan sekedar konvoi atau arak-arakan di jalan raya (yang memang pada masa pandemik covid19 tentu dilarang), tetapi dengan membangun sebuah konsep kreativitas yang keren melalui program Kampung KB Mbois.

 

Wujud Spirit kreativitas dari pengurus Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo adalah dengan membentuk komunitas Ongis Mbois (Aremania Bunulrejo), yang memiliki tujuan bahwa potensi dan peran serta warga yang menyalurkan kebanggaan dan jiwa kota Malang terpatri dalam Arema merupakan peran strategis dalam kolaborosi dalam mensosialisaikan hal-hal yang positif. Salah satu hal positif itu dilihat oleh Kampung KB Mbois Bunulrejo yang mempunyai ide kreatif dengan membentuk komunitas Aremania yang bernama Ongis Mbois Adalah sambil nonton bola ayo kita diskusi tentang Keluarga Berencana (KB). Ide yang kreatif saya kira membentuk sebuah konstruk berpikir dalam tindakan nilai positif dan semakin memberikan kemudahan terkait pemahaman pentingnya KB, lebih luas dalah saran dalam membangun kreativitas Aremania Bunulrejo dalam bingkai kreativitas sejarah Bunulrejo 1085 tahun.

Dalam momen kebanggan HUT Arema ke-33 ini selanjutnya yang kami Launching adalah Wedang Telang Minuman Khas Bunulrejo yang merupakan minuman yang berasal dari bunga telang yang tumbuh di wilayah Bunulrejo. Kreativitas menghasilkan minuman kesehatan Wedang Telang oleh warga RW 7 Kelurahan Bunulrejo ini merupakan sebuah ekspresi warga dalam menggali potensi sejarah Bunulrejo yang bersiah 1085 tahun, yang kita tahu bahwa Bunulrejo merupakan perdikan dalam masa kerjaan Kanuruhan yang mempunyai danau dengan taman bunga yang indah (bisa dilihat sejarah dalam berbagai artikel dan buku sejarah Bunulrejo). Potret dari kreativitas warga itu bisa dilihat bahwa potensi Bunulrejo sangat besar dengan potensi pusat Kuliner dan Gastronomi, sehingga mengapa kami melaunching pada momen membanggakan HUT Arema ke-33 adalah sebuh ekspresi warga yang ingin memunculkan potensi kreativitas, sehingga kami selaku Lurah Bunulrejo memberikan wadah agar ekosistem kreatif di Bunulrejo terus bergerak dan menghasilakan value ekonomi bagi masyarakat.

 

Sehingga saya Lurah Bunulrejo pada tanggal 11 Agustus 2020 dalam agenda Kampung KB Mbois me-launching 2 agenda yaitu :

  1. Launching Ongis Mbois dan maskot Ongis Mbois
  2. Launching Wedang Telang Minuman Khas RW 7 Bunulrejo, Minuman Kesehatan Khas Bunulrejo
  3. Poadcast Live Instagram bersama Bapak Abdul Muntholib (Penulis Buku “Arema Never Die” dan Redaktur Jawa Pos Radar Malang)

Kami Kelurahan Bunulrejo bangga menjadi bagian menyemarakkan HUT Arema ke-33 tahun dengan mendorong warga kelurahan Bunulrejo untuk dapat membangun nilai-nilai positif dan kreativitas warga Bunulrejo untuk memunculkan potensi ekonomi kreatif.

 

Semakin Sukses Untuk AREMA FC

Salam Satu Jiwa

AREMA

 

 

Spirit kami Bunulrejo Mbois :

Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

 

 

Hormat kami,

Lurah Bunulrejo

 

 

 

Dra. YUKE SISWANTI, M.Si

Pembina

NIP. 19660612 199202 2 006